Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buat yang Lagi Getol Cari Kerja Baru, Hati-hati Dengan Lowongan Kerja Fiktif

Cari lowongan kerja sekarang bukan perkara sulit. Sudah banyak situs-situs lowongan kerja bertebaran di dunia maya. Tinggal cantumkan posisi yang dicari, lalu keluarlah deretan informasi lowongan di berbagai perusahaan.

 

[Baca: 10 Situs Kerja Freelance di Luar Negeri yang Bisa Dilirik]

 

Informasi itu tentu sangat seksi yang lagi cari kerja. Lebih-lebih bagi yang karirnya mentok di kantor sekarang. Lazimnya surat resign ke bos baru dikirim setelah ada kepastikan diterima di tempat baru. Kan begitu?

 

Hanya tetap waspadai. Belum tentu semua informasi lowongan kerja itu dapat dipercaya. Lantaran pasang iklan lowongan kerja di situs atau media online rata-rata gratisan, lantas dimanfaatkan perusahaan ‘abal-abal’.

 

Mereka ini pasang iklan di situs pencari kerja. Di situ dicantumkan berbagai posisi dengan iming-iming gaji yang menarik dan deretan fasilitas lainnya. Coba siapa yang tak tergoda dengan tawaran itu?

 

Biar gak terjebak dan bisa bedakan mana lowongan asli dan mana yang abal-abal, perhatikan dulu hal-hal di bawah ini. Kan enggak lucu niat dapat kerjaan lebih baik malah jadi ‘korban’ lowongan kerja fiktif.

 

1. Cek informasi perusahaan / track record

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah verifikasi perusahaan yang membuka lowongan kerja. Kalau enggak mau berkeringat, mending googling dulu aja. Cari tahu tentang profil perusahaan yang bersangkutan.

 

Rata-rata perusahaan yang bonafid pasti punya website. Lebih-lebih perusahaan yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di mana hukumnya wajib punya website perusahaan. Tujuannya sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Tentu hal ini akan memudahkan mencari informasi perusahaan itu.

 

lowongan kerja fiktif

Manfaatkan internet dengan maksimal. Gunakan juga buat menelusuri track record perusahaan

 

 

Ada cara gampang menandai perusahaan ‘abal-abal’ yang buka lowongan kerja. Biasanya mereka membuka lowongan dengan banyak posisi tapi tak saling terkait. Target mereka rata-rata yang baru lulus SMA atau mahasiswa yang masih buta pengalaman.

 

[Baca: Mau Tahu Kenapa Fresh Graduate Bisa Jadi Calon Karyawan Berprestasi?]

 

2. Cek alamat email

Mengecek alamat email juga diperlukan. Rata-rata perusahaan yang eksis akan menggunakan alamat email dengan akhiran co.id atau .id. Domain itu hanya bisa digunakan pihak-pihak yang berbadan hukum.

 

Bila masih menggunakan email gratisan macam Yahoo atau Gmail, maka patut dipertanyakan keseriusannya. Lebih baik di-skip saja. Toh masih banyak lowongan kerja lain.

 

Benefit lain mengecek email adalah memastikan informasi yang dikirimkan tak jatuh ke tangan orang yang salah. Perlu diingat lho, surat lamaran itu berisi data-data pribadi. Biasanya melampirkan curriculum vitae, pas foto, sampai salinan KTP.

 

Bahayakan kalau data-data itu dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab. Dulu banyak kasus data-data itu digunakan untuk pembuatan kartu kredit oleh oknum-oknum tertentu. Hii, jangan sampai ya.

 

3.Jangan pernah mau kalau perusahaan tersebut meminta embel-embel uang

Prinsip bekerja itu mutualistik. Perusahaan membutuhkan pekerja dan begitu juga sebaliknya. Perusahaan memberikan upah sebagai bayaran atas jasa pekerja. Lha, bakal jadi aneh kalau belum juga diterima sudah dimintai uang.

 

Padahal yang namanya penerimaan pekerja, perusahaan yang bener pasti sudah membebaninya dalam alokasi pengeluaran untuk rekrutan. Misalnya saja bayar iklan lowongan, bayar jasa psikolog, maupun tes lainnya.

 

lowongan kerja fiktif

Mencari lowongan di koran juga sah-sah saja, tapi kroscek lagi biar lebih meyakinkan

 

 

Bila mendapati perusahaan yang menodong embel-embel uang, lebih baik balik kanan. Di mana-mana modal dari seorang pekerja itu adalah skill, kompetensi, dan waktu. Perusahaan akan membayar sesuai dengan kesepakatan dengan pekerja.

 

4. Lebih baik enggak penuhi panggilan interview lewat sms

Tetiba terima SMS. Bunyinya begini,”Selamat Pagi, Anda berhak ikuti proses seleksi di kantor kami bla…bla…blaaa.

 

Lebih baik diketawain saja kalau ada panggilan lewat SMS. Enggak usah digubris. Sudah ketebak itu perusahaan abal-abal. Masak buat panggil interview enggak modal. Itu juga tandanya perusahaan enggak punya pulsa buat telepon! Lagian juga enggak etis banget.

 

5. Gunakan situs lowongan kerja yang udah pasti terpercaya

Cari info lowongan kerja wajib selektif dong. Misalnya hanya mengandalkan situs-situs loker yang punya kredibilitas. Biasanya pengelola situs loker itu sudah memverifikasi terlebih dulu perusahaan yang memasang iklan di tempatnya.

 

Selain itu, situs loker itu juga punya sistem yang membuat kedua belah pihak, perusahaan dan calon pekerja, sama-sama aman datanya. Asyiknya lagi, biasanya pengguna situs itu bakal mendapatkan notifikasi resmi jika lamarannya diproses.

 

[Baca: 9 Situs Lowonga Kerja Paling Populer di Indonesia]

 

lowongan kerja fiktif

Iklan lowongan kerja bertebaran di internet. Pastikan memilih situs yang terpercaya

 

 

Kesimpulannya, iklan lowongan kerja pun bisa dimanfaatkan bagi mereka yang berniat jahat. Sudah lama modus ini digunakan penjahat untuk memperdayai orang. Sekarang sudah bisa bedakan mana iklan loker yang beneran sama yang abal-abal?

 

 

 

Image credit:

  • http://lowongan.bagibagiinfo.net/wp-content/uploads/2016/03/Info-Lowongan-Kerja-Terbaru.jpg
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/59833/big/cari-kerja130515c.jpg
  • http://www.inilahkoran.com/gallery/?file=content/ekonomi/internet.jpg&size=700&res=90

Posting Komentar untuk "Buat yang Lagi Getol Cari Kerja Baru, Hati-hati Dengan Lowongan Kerja Fiktif"