Bikin Tekor, Jangan Coba-Coba Beli Rumah Kalau Situasinya Seperti Ini
Siapa pun pastinya kepengin bisa beli rumah. Apalagi buat yang udah berumah tangga, memiliki rumah itu jadi tujuan finansial tersendiri yang ingin dicapai.
Dengan beli rumah sendiri, ada banyak keuntungan yang bisa didapat. Misalnya aja kamu gak perlu lagi yang namanya sewa rumah. Terus kamu punya aset yang berpotensi memberikan untung di masa mendatang. Ditambah lagi kamu bisa jadikan rumah sebagai warisan.
Seperti yang kita sama-sama tahu, harga rumah itu dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Namun, gak menutup kemungkinan juga sih kalau harga rumah itu bakal turun nantinya.
Biasanya menurunnya jumlah orang yang beli rumah jadi pemicu turunnya volume penjualan rumah dan berimbas pada turunnya harga. Fenomena ini tentu aja masih terbilang wajar.
Lagian juga kalau harga rumah terus naik, tapi penghasilan naiknya gak seberapa, siapa juga yang mau beli rumah. Udah pasti orang-orang lebih memilih buat memenuhi kebutuhan yang menurut mereka lebih penting ketimbang beli rumah.
Namun, kalau beli rumah ini udah menjadi salah satu tujuan yang pengin segera kamu capai, ada baiknya kamu memperhatikan situasi keuangan. Khususnya buat kamu yang niat ambil rumah pakai KPR, hindari situasi-situasi seperti berikut ini. Apa aja? Yuk disimak ulasannya.
1. Beli rumah saat bunga acuan lagi tinggi
Beli rumah dengan cara KPR saat bunga acuan sedang tinggi gak bakal menguntungkan buat kamu. Soalnya, naiknya bunga acuan itu turut memicu naiknya bunga kredit yang pada akhirnya menyebabkan bunga KPR jadi lebih tinggi.
Emangnya kamu kepengin tiap bulan selalu kere gara-gara uangnya habis buat bayar KPR plus bunga yang gede itu? Gak mau kan? Makanya, alangkah baiknya kamu menahan diri dulu buat ambil KPR. Tunggu sampai suku bunga acuan diturunkan atau rumah dijual murah.
Seperti yang sama-sama kita tahu, naik turunnya suku bunga acuan merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI). Ada beberapa faktor yang mendorong BI menaikkan suku bunga acuan. Salah satunya adalah akibat melemahnya Rupiah belakangan ini.
2. Gaji belum memadai untuk bayar cicilan
Kalau gajimu gak naik-naik, masa iya beli rumah yang harganya terus naik? Di mana-mana aturannya kamu baru bisa ambil KPR asalkan cicilan bulanannya itu maksimal 30 persen dari pemasukan bulananmu.
Sebagai contoh nih. Gajimu Rp 6 juta per bulan. Terus kamu mau ambil KPR yang cicilannya Rp 2,5 juta per bulan. Udah pasti pengajuan KPR-mu bakal ditolak. Coba aja hitung berapa 30 persen dari Rp 6 juta. Gak sampai Rp 2,5 juta, bukan?
Kalau pun pengajuanmu pada akhirnya disetujui, siap-siap aja bakal berat dalam pembayaran cicilan nanti. Soalnya, mau gak mau kamu harus mengalokasikan lebih dari 30 persen pengeluaranmu buat bayar cicilan KPR rumah.
3. Beli rumah ketika belum punya dana darurat
Belum punya dana darurat? Lebih baik urungkan dulu deh niat buat beli rumah. Emang benar sih, keberadaan dana darurat itu bisa digunakan sebagai dana DP rumah.
Cuma kalau dana darurat kamu habis buat DP rumah, terus dari mana dana buat memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak? Mengajukan utang ke bank udah pasti bakalan berat buat diterima. Soalnya kamu lagi berstatus sebagai debitur karena KPR yang kamu ambil.
Lagi pula kamu juga gak mau kan menambah beban keuanganmu dengan utang baru? Karena itu, penting banget kamu siapkan dana darurat lebih dahulu. Setelah itu, baru alokasikan uang buat kumpulkan dana DP rumah.
4. Beli rumah saat suplainya sedikit
Hindari beli rumah kalau jumlah yang tersedia gak banyak alias langka. Sebagaimana hukum supply and demand, saat permintaan lebih banyak dari suplai maka yang terjadi adalah kenaikan harga rumah.
Beli rumah saat situasi seperti ini malah bikin kamu buntung. Dana yang kamu keluarkan menjadi lebih banyak. Otomatis kalau mengambil KPR, cicilan yang kamu bayarkan lebih besar dari biasanya.
Nah, udah tahu kan sekarang situasi-situasi seperti apa yang sebaiknya dihindari buat beli rumah? Dengan mengetahui informasi di atas, semoga kamu jadi lebih jeli ya saat ambil KPR nanti. Selamat berburu rumah impian!




Posting Komentar untuk "Bikin Tekor, Jangan Coba-Coba Beli Rumah Kalau Situasinya Seperti Ini"