Mengenal Sistem Braille Jepang
Bahasa Jepang menjadi salah satu bahasa dunia yang banyak dipelajari remaja ini. Jepang ialah salah satu Negara super power yang besar lengan berkuasa di dunia internasional. Perekonomiannya sangat maju, sampai-sampai Negara Barat, khususnya Amerika kewalahan menghadapi perang dagang dengan Jepang. Barang-barang elektronik dan otomotif produksi Jepang merajai pasaran dunia.
Selain itu budaya popular Jepang menyerupai musik, drama, komik, dan kartun sangat digemari oleh generasi muda di seluruh dunia. Tak heran jikalau bertahap Bahasa Jepang menggeser Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional nomor satu.
Namun yang paling sulit dipelajari dalam Bahasa Jepang ialah tulisannya. Aksara Jepang cukup rumit lantaran berbeda dengan abjad latin. Ada tiga macam abjad yang dipakai dalam Bahasa Jepang, yaitu kanji, katakana, dan hiragana. Ketiganya mempunyai fungsi masing-masing. Kanji yang merupakan huruf gambar berasal dari Cina dipakai untuk menyatakan sebuah kata. Hiragana dipakai untuk menyatakan akhiran sebuah kata. Sementara katakana dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan, nama Negara, dan orang asing.
Dari ketiga abjad tersebut kanji paling sulit dipelajari. Untuk membaca buku, majalah, dan surat kabar dalam Bahasa Jepang,sedikitnya 2.000 huruf kanji harus dikuasai. Itu sebabnya kamus kanji menjadi salah satu kamus yang wajib dimiliki orang Jepang.
Lalu bagaimana para disabilitas netra membaca dan menulis dalam Bahasa Jepang? Seperti halnya di Negara lain, tunanetra di Jepang juga membaca dan menulis dengan memakai Huruf Braille. Tetapi sistem Braille Jepang berbeda dengan sistem Braille pada umumnya. Jika umumnya disabilitas netra mempelajari Braille menurut abjad latin A hingga Z, disabilitas netra Jepang mempelajari Braille menurut suku kata contohnya A I U E O, Ba bi bu be bo, Ka ki ku ke ko dan lain-lain.
Dalam Bahasa Jepang Huruf Braille diberi nama Tenji yang berarti titik timbul. Untuk menulis satu suku kata dalam Braille Jepang diharapkan dua petak riglet. Dalam system Braille Jepang, tidak dikenal tanda huruf besar, tanda koma, tanda pemisah, serta goresan pena singkat. Membaca goresan pena Braille Jepang hampir sama dengan membaca notasi musik.
Dari ketiga abjad Jepang yang biasa digunakan, hanya hiragana dan katakana yang dibentuk simbol braillenya. Tenji ialah kombinasi dari katakana dan hiragana. Sedangkan kanji tidak mempunyai simbol braille. Simbol barille mustahil dipakai dalam abjad kanji lantaran abjad kanji merupakan huruf gambar dan jumlahnya banyak.
Para produsen buku Braille Jepang biasanya terlebih dulu akan mengalih hurufkan semua bahan yang tertulis dalam abjad kanji ke dalam abjad katakana dan hiragana. Baru sehabis itu bahan dialih hurufkan ke dalam Braille. Tapi dengan kemajuan teknologi dan banyaknya pertolongan relawan para produsen buku Braille, Jepang tidak mengalami kesulitan dalam pembuatan buku-buku yang diharapkan oleh disabilitas netra ini. Terbukti Jepang mempunyai ribuan judul buku Braille yang sanggup dibaca oleh para disabilitas netra secara cepat. Perpustakaan Braille juga banyak tersebar di Jepang, salah satunya ialah Japan National Braille Library. Buku Braille juga sanggup dinikmati di perpustakaan-perpustakaan umum.
Sayangnya isu wacana sistem Braille Jepang masih belum banyak diketahui oleh para disabilitas netra di luar Jepang khususnya disabilitas netra di Indonesia. Padahal minat para disabilitas netra Indonesia untuk mencar ilmu Bahasa Jepang sangat besar. Minimnya isu mengenai sistem huruf Braille Jepang menciptakan para disabilitas netra menjadi ragu-ragu untuk mencar ilmu Bahasa Jepang.
Puluhan tahun kemudian Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso banyak mendapatkan kiriman buku Braille dari luar negeri, termasuk dari Jepang. Karena tidak ada yang sanggup membacanya risikonya buku-buku braille Jepang itu rusak begitu saja dimakan rayap.
Mengingat minat para tunenetra pada Bahasa Jepang cukup besar, sudah saatnya lembaga-lembaga pendidikan tunanetra dan produsen buku Braille di Indonesia untuk mencari isu wacana sistem Braille di banyak sekali Negara, khususnya yang sistem braillenya berbeda, menyerupai Jepang. Sehingga akan semakin banyak bahasa absurd yang sanggup dikuasai oleh para disabilitas netra di Indonesia.
Sumber gamepelajar.xyz

Posting Komentar untuk "Mengenal Sistem Braille Jepang"