Jangan Korbankan Gadai Rumah Demi Bisnis Sendiri, Emang Kenapa Sih?
Gadai rumah demi bisnis. Sekilas terdengar brilian. Cara ini paling instan mendapatkan berbisnis dalam waktu singkat. Enaknya lagi, opsi menggadaikan rumah tak perlu lewati jalan berbelit ketimbang mengajukan permohonan kredit.
Nilai plus lain yang dirasa adalah tak perlu melalui proses BI Checking. Dengan demikian, gadai bisa jadi pilihan bagi mereka yang mencari modal berbisnis tapi tidak bankable.
[Baca: Cek Riwayat Kredit di BI Kalau Terus-terusan Ditolak Bank]
Argumentasi lain yang jadi pembenaran gadaikan rumah yakni uang hasil gadai itu digunakan untuk kegiatan produktif. Bisnis kan termasuk kegiatan produktif sehingga nanti rumah itu bisa ditebus dari hasil berbisnis.
[Baca: Yakin Sudah Siap Resign dari Kantor dan Jadi Pebisnis Tulen?]
Enggak ada yang salah sih dengan pertimbangan itu. Cuma tetap mengukur risiko dari gadai rumah itu. Terlebih kalau rumah itu menjadi tempat bernaung. Ketika bisnis tak berjalan seperti yang diharapkan, di saat bersamaan terancam kehilangan rumah.
Risiko itu sebaiknya juga masuk dalam perhitungan. Meski dimaksudkan untuk kegiatan produktif, tetap ada rambu-rambu yang wajib digarisbawahi sebelum gadai rumah demi bisnis. rambu apa saja yang dimaksud?
1. Pastikan pelunasan gadai tak menganggu arus kas bisnis
Menjalankan bisnis bukan hal sederhana. Semuanya harus berdasarkan perhitungan yang mendetail dan valid antara modal dan keuntungan. Kedisiplinan dalam hal ini menjadi mutlak. Kalkulasikan dengan cermat porsi antara cicilan gadai, biaya operasional binsis, dan lain-lain.
[Baca: Sebelum Mulai Bisnis, Siapkan Dulu Bisnis Plan]
Tentukan dulu sejak awal bila cicilan pelunasan gadai itu tak sampai lewat dari 30 persen dari omset bisnis. Ini seperti mengatur keuangan pribadi saja di mana utang itu jangan sampai melebihi 30 persen pendapatan.
Lalu perhatikan juga biaya-biaya yang mesti dibayarkan. Misalnya saja bunga yang besarannya tergantug dari jumlah yang dipinjam.
2. Hindari spekulasi
Setuju banget sih menekuni bisnis. Hanya tetap berpatokan pada rasionalitas. Jangan pernah berspekulasi terhadap masa depan bisnis dengan menggadaikan rumah. Sekali salah, maka sangat riskan rumah itu lepas dari tangan. Terlebih rumah itu adalah tempat bernaung seluruh keluarga.
Pendek kata, jauhi pikiran gadaikan rumah bila bisnis itu berisiko amat besar. Yang paling direkomendasikan adalah menggadaikan aset yang menganggur dan bukan menjadi kebutuhan sehari-hari. Misalnya saja perhiasan emas mengingat bukan termasuk barang yang penting untuk keseharian.
3. Gadai jadi opsi setelah bisnis berjalan
Menjatuhkan pilihan pada gadai baru dilakukan bila bisnis sudah berjalan. Ketika sudah berjalan, akan sangat mudah mengukur pertumbuhan bisnis itu. Sebaliknya, kalau baru mulai berbisnis dan arus kas belum stabil, sebaiknya tahan dulu menggadaikan rumah.
Lagi pula nilai gadai rumah biasanya akan jauh dari harga pasaran rumah. Hal ini juga mesti diperhatikan sejak awal.
[Baca: Ketahui Cara Bank Hitung Nilai Rumah sebagai Jaminan]
4. Reputasi tempat gadai
Reputasi tempat gadai juga mesti dicermati dengan seksama. Bagaimana pun rumah adalah aset berharga. Alangkah baiknya memilih tempat gadai yang sudah diakui kredibilitasnya dan memberi kemudahan kepada nasabahnya.
Betul, gadai bisa jadi alternatif sumber pendanaan untuk modal bisnis. Bila itu tujuannya, gadai bisa disamakan dengan mengajukan kredit ke bank tapi dengan agunan. Cara itu bisa dipilih tapi mesti lewat pertimbangan yang matang.
Akan jadi sumber masalah baru jika bisnis itu tak sanggup mengenapi cicilan gadai. Tentu fatal konsekuensinya. Rumah bisa lepas dari tangan dan terpaksa jadi homeless. Hiii, amit-amit ya!
Image credit:
- http://www.teropongbisnis.com/wp-content/uploads/2013/07/Bisnis-Bermodalkan-Tunjangan-Hari-Raya-1.jpg
- https://www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2013/03/peluang-bisnis-modal-kecil-rumahan.jpg
Posting Komentar untuk "Jangan Korbankan Gadai Rumah Demi Bisnis Sendiri, Emang Kenapa Sih?"