8 Alasan Kenapa Pengajuan Kredit Tanpa Agunan Kamu Bisa Ditolak Bank
Mungkin banyak dari kamu yang sudah pernah mengajukan atau saat ini sedang mencicil KTA. Tapi gak sedikit juga yang harus menelan pil pahit gara-gara usaha mengajukan KTA selalu gagal di tangan analis bank.
Alasan penyebab aplikasi Kredit Tanpa Agunan ditolak memang beragam. Yang jadi masalah, pihak bank tentu gak bakal memberitahu alasannya. Yang ada kita cuma bisa menerka-nerka, ada apa gerangan dengan sejarah kredit kita?
Banyak faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya aplikasi KTA kita. Yang jelas, pihak analis bank gak asal menyetujui atau menolak permohonan. Mereka selalu berpedoman pada kredit histori kita yang tercatat di Bank Indonesia (BI).
Nah, daripada cuma menebak-nebak, ada baiknya kita menjaga skor kredit agar tetap tinggi dan mempelajari lebih dulu syarat-syarat pengajuan yang diminta oleh bank. Jadi kedepannya gak bakal ada kasus penolakan kayak sebelum-sebelumnya.
[Baca: Mana yang Lebih Cocok Buatmu, KTA konvensional atau Pinjaman Dana Online?]
1. Gak punya kartu kredit aktif minimal satu tahun
Memiliki kartu kredit yang aktif minimal satu tahun itu wajib hukumnya kalau mau mengajukan KTA. Emangnya kenapa harus aktif? Dengan transaksi aktif kartu kredi minimal satu tahunt, bank bakal dengan mudah melihat kecenderungan gaya pengeluaran dan kemampuan bayar kita.
Apakah kita sering menunggak bayar cicilan kartu kredit, minimum atau malah selalu full payment? Kalau sering banget terlambat bayar cicilan kartu kredit, sudah barang tentu pengajuan KTA-mu bakal ditolak.
2. Limit kartu kredit gak memenuhi syarat
Beberapa bank memiliki standar limit kartu kredit yang berbeda-beda. Misalnya, ada bank yang menetapkan minimal limit kartu kredit adalah Rp 8 juta. Kalau kartu kreditmu cuma memiliki limit Rp 5 juta, ya jelas gagal.
3. Sering bayar minimum payment
Sering bayar minimum payment itu memang gak dianjurkan. Walaupun pada lembar tagihan performamu dinilai lancar, membayar minimum payment itu kayak menggali kubur sendiri secara perlahan.
Gak cuma itu, pembayaran minimum payment berdampak pada rasio utilisasi kartu kredit yang tercatat di Bank Indonesia.
Misalnya, rasio utilisasi yang dianjurkan adalah 30% dari limit kartu kredit. Kalau pemakaianmu melebih porsi 50% dari limit atau bahkan overlimit (ditambah sering bayar minimum payment), skor kreditmu bakal jelek.
[Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]
4. Kartu kredit overlimit
Bayar kartu kredit gak pernah telat, tapi selalu minimum payment dan overlimit, itu sih sama saja bohong. Ada baiknya fokus dulu mencicil tagihan kartu kredit sebelum mengajukan KTA, paling gak, lunasi 50% dari total tagihan.
5. Gak memenuhi syarat minimal gaji
Beberapa bank mensyaratkan gaji minimal Rp 3 juta atau Rp 36 juta per tahun. Kalau gajimu belum memenuhi syarat ya bisa dipastikan bank gak bakal memproses pengajuan KTA-mu.
6. Terlalu banyak cicilan/utang
Walaupun gajimu mencukupi dan sesuai syarat, tapi kalau memiliki cicilan lain yang sedang berjalan ya bakal jadi pertimbangan tersendiri. Misalnya saja gajimu Rp 7 juta, ada cicilan elektronik dan sepeda motor sebesar Rp 2 juta.
Cicilan tersebut sudah hampir menggerus 30% gajimu, bayangin dong kalau masih harus ditambah bayar cicilan KTA, wah bisa-bisa malah berantakan keuanganmu.
7. Domisili gak jelas
Domisilimu itu berpengaruh sebelum KTA bisa dicairkan. Misalnya, mereka yang memiliki rumah pribadi/keluarga lebih memiliki banyak peluang ketimbang mereka yang ngekost.
Kenapa begitu, ya kalau sering berpindah-pindah alamat gimana bank bisa percaya?
8. Dokumen gak lengkap
Yang terakhir biasanya dokumen yang kamu berikan gak lengkap atau gak memenuhi syarat. Misalnya saja KTP sudah gak berlaku. Maka pastikan dulu kalau dokumen yang diwajibkan selalu up-to-date.
Jujur dalam pengisian formulir aplikasi
Jujur juga ketika menjawab punya persyaratan yang diminta atau gak? Seringkali orang bohong, bilangnya memenuhi semua syarat saat mengisi aplikasi. Misalnya, menjawab ‘ya’ di formulir aplikasi ketika ditanya punya kartu kredit dengan limit Rp 8 juta ke atas. Padahal ketika pihak analis mengecek, tidak ada kartu kredit. Sudah pasti ditolak, lah.
Wah, bisa berabe dong! Usahakan jujur dalam mengisi formulir. Kalau memang gak memenuhi syarat, ya cari lagi KTA yang cocok.
[Baca: KTA di Atas Rp 100 Juta Bisa Dapat Bunga Kecil 0,99% Loh!)
Lakukan BI Checking sendiri
Daripada gak yakin soal skor atau histori kredit, mendingan lakukan sendiri BI checking. Caranya gampang kok dan sudah bisa online lagi. Tinggal klik www.bi.go.id/en/moneter/biro-informasi-kredit/permintaan-idi historis/formulir/Formulir.aspx dan isikan data yang diminta.
Kalau tercatat di BI, kita bakal dapat email yang menginformasikan untuk pengambilan printout histori kredit. Pengambilan bisa dilakukan di kantor BI dengan membawa KTP dan bukti email.
[Baca: Lihat BI Checking Dulu Sebelum Ajukan Kredit Bank]
Dari situ nanti bisa kamu lihat skor kreditmu. Kalau skor jelek tapi merasa sudah gak ada beban utang/cicilan, kamu bisa langsung menghubungi bank/lembaga yang bersangkutan.
Makanya, selalu baca syarat dan ketentuan yang berlaku dalam hal apapun. Gak cuma soal dokumen, kondisi keuanganmu juga kudu diperhatikan. Jangan sampai berutang jadi kebiasaan.
Image Credit:
- http://img.bisnis.com/posts/2015/06/16/443835/kartu-kredit.jpg
- https://imgblog.pilihkartu.com/uploads/2016/01/over-limit-kartu-kredit.jpg
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVpyYMTfWWEhG6lyzdgq9IaIZhg9qlcwKTfVi5LbrXDw2rKoW7kGiMIBoJxOezSxU2AWf3QpjqeOZfAlHyLTVJl6Qw-xBvGr3SRlp2mcNg4vpKS8ky9WLg6rim7Nv0E_9J6GGqyYvnmJUe/s1600/ktp.jpg
- http://aturgaji.com/wp-content/uploads/2016/01/BI-Checking.jpg
Posting Komentar untuk "8 Alasan Kenapa Pengajuan Kredit Tanpa Agunan Kamu Bisa Ditolak Bank"